Awal Mula Cerita Kami - Kami saling mengenal sejak 2008 lalu, awalnya kami hanya teman biasa. Kami mulai berteman dekat dan bermusuhan sejak kami bersaing untuk mendapat nilai bagus di kelas. Di dalam kelas kami seperti anjing dan kucing, tp di luar kelas kami seperti kucing dan klinci.
Awal Mula Cerita Kami - Kami saling mengenal sejak 2008 lalu, awalnya kami hanya teman biasa. Kami mulai berteman dekat dan bermusuhan sejak kami bersaing untuk mendapat nilai bagus di kelas. Di dalam kelas kami seperti anjing dan kucing, tp di luar kelas kami seperti kucing dan klinci.
Berat sekali kami harus bersaing satu sama lain jika di luar kami mulai mengenal dalam satu sama lain dan berbagi ilmu. Suatu saat kami memberikat kontak kami masing masing, meski dia bohong pada awalnya dengan menukar 2 posisi angka nomor telpon nya, namun tidak lama dia tersenyum berbicara "itu bukan nomor yang benar, tukar 2 angka ini baru benar". Hmmm aku di buatnya bertanya tanya.
Hari demi hari kami bersaing, tak lama aku rasa menyukainya karna aku selalu memikirkannya ketika tak sedang bertengkar saat bertukar pemikiran. Dan aku rasa memang aku jatuh cinta ketika aku tau dia punya kekasih. Perasaan semakin menggila saat itu, resah dan gunda menghantui. Namun aku harus tetap fokus pada tujuanku.
Beberapa hari setelah aku tau tentang mereka, sedikitpun aku tak berani menghubunginya atau berbicara padanya di kelas. Aku hanya takut dan diam saja karena tak ada akal yang bisa di pakai untuk berbuat ketika aku di dekatnya. Lagi lagi aku di buat tak berdaya karena Cinta.
Berat sekali kami harus bersaing satu sama lain jika di luar kami mulai mengenal dalam satu sama lain dan berbagi ilmu. Suatu saat kami memberikat kontak kami masing masing, meski dia bohong pada awalnya dengan menukar 2 posisi angka nomor telpon nya, namun tidak lama dia tersenyum berbicara "itu bukan nomor yang benar, tukar 2 angka ini baru benar". Hmmm aku di buatnya bertanya tanya.
Hari demi hari kami bersaing, tak lama aku rasa menyukainya karna aku selalu memikirkannya ketika tak sedang bertengkar saat bertukar pemikiran. Dan aku rasa memang aku jatuh cinta ketika aku tau dia punya kekasih. Perasaan semakin menggila saat itu, resah dan gunda menghantui. Namun aku harus tetap fokus pada tujuanku.
Beberapa hari setelah aku tau tentang mereka, sedikitpun aku tak berani menghubunginya atau berbicara padanya di kelas. Aku hanya takut dan diam saja karena tak ada akal yang bisa di pakai untuk berbuat ketika aku di dekatnya. Lagi lagi aku di buat tak berdaya karena Cinta.
